Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya sukses menjadi tuan rumah konferensi internasional bergengsi The Fourth International Conference on Social, Politics, Administration, and Communication Sciences (ICoSPACS 2025). Serangkaian acara digelar pada 29–31 Juli 2025, dengan seminar internasional berlangsung pada 30 Juli 2025 di Auditorium Soeparman Hadipranoto, Gedung Graha Wiyata Lantai 9 Untag Surabaya.
ICoSPACS merupakan konferensi akademik tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Dekan FISIP dan Ketua STISIP (FK-DKISIP) Indonesia. Tahun ini, penyelenggaraannya dipercayakan kepada FISIP Untag Surabaya.
Konferensi ini menjadi ajang bertemunya dosen, mahasiswa peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi untuk saling bertukar dan berbagi gagasan serta temuan ilmiah dalam bidang ilmu sosial, ilmu politik, ilmu komunikasi, dan administrasi publik. Tahun ini, ICoSPACS mengusung tema strategis “Nationalism Beyond Borders: Navigating Challenges of the Digital Era in Social and Political Sciences.”
Pembukaan acara berlangsung khidmat dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Untag Surabaya, serta Mars dan Hymne FK-DKISIP. Kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tarian Maskot Owly Untag Surabaya, yang merepresentasikan semangat kecerdasan dan inovasi dari generasi muda Indonesia.
Penyelenggaraan ICoSPACS 2025 merupakan hasil kerja sama FK-DKISIP Indonesia dengan empat institusi pendidikan tinggi, yaitu STISIP Widyapuri Mandiri, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Nurtanio Bandung, dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Dekan FISIP Untag Surabaya, Dr. Dra. Ayun Maduwinarti, M.P., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan menjadi tuan rumah konferensi ini.
“Forum ini bukan hanya ajang presentasi ilmiah, tetapi ruang pertanggungjawaban akademik yang nyata. Kami menjunjung tinggi integritas riset,” ujar Ayun (30/7)
Hal senada disampaikan Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Pembangunan Ekonomi, Dr. Agus Imam Sonhaji, S.T., M.T., yang mengapresiasi kontribusi Untag Surabaya dalam memperkuat budaya ilmiah dan pengembangan gagasan di bidang sosial dan politik.
“Kami percaya bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya dibangun dari infrastruktur, tetapi juga dari ide dan jejaring seperti yang dibangun dalam forum ini,” katanya.
ICoSPACS 2025 berhasil menghimpun 96 paper ilmiah dari 55 institusi. Sebanyak 58 presentasi disampaikan secara daring dan 38 secara luring. Lebih dari 50 Dekan dan Ketua STISIP dari perguruan tinggi swasta se-Indonesia turut hadir, menandai kepercayaan yang tinggi terhadap peran strategis Untag Surabaya di kancah akademik nasional.
Terdapat enam plenary speaker yang mewakili berbagai negara, antara lain:
• Prof. Dr. Teguh Priyo Sadono, M.Si. dari FISIP Untag Surabaya (Indonesia)
• Assoc. Prof. Dr. Ummi Naiemah Saraih dari Department of Business, University Malaysia Perlis
• Assoc. Prof. Dr. Krisoffer B. Berse dari National College of Public Administration and Governance, University of the Philippines
• Dr. Le Thu Mach dari Ho Chi Minh National Academy of Politics, Vietnam
• Prof. Michael Dezuanni dari Digital Media Research Centre, Queensland University of Technology, Australia
• Dr. Abdul Aziz dari School of Arts and Social Sciences, Monash University Malaysia
Salah satu plenary speaker Dr. Abdul Aziz dari Monash University Malaysia, memaparkan penelitiannya tentang diaspora Rohingya yang membangun kewarganegaraan transnasional melalui media sosial. Riset ini memperlihatkan bagaimana teknologi digital berperan sebagai alat inklusi sosial-politik bagi kelompok terpinggirkan.
Ketua FK-DKISIP, Dr. Tatang Sudrajat, menegaskan bahwa seluruh paper yang dipresentasikan telah melalui proses seleksi ketat, termasuk uji plagiarisme dengan batas maksimal similarity 25%.
“Kami tidak ingin sekadar presentasi. Ini adalah panggung pertanggungjawaban ilmiah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia ICoSPACS 2025, Prof. Dr. V. Rudy Handoko, MS, menjelaskan bahwa seluruh hasil konferensi akan dipublikasikan dalam prosiding, jurnal nasional terakreditasi SINTA, hingga jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.
“Publikasi ini penting untuk mendukung kenaikan jabatan akademik para dosen,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan ICoSPACS 2025, FISIP Untag Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi akademik dan memperluas peran keilmuannya di bidang sosial dan politik, khususnya dalam merespons isu-isu aktual dan mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi. (Boby)