FTEIC Untag dan APTIKOM Dorong Akreditasi Berkelanjutan

  • 23 Januari 2026
  • 2011

Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya menggandeng Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Timur untuk mendorong akreditasi berkelanjutan melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pada Rabu (21/1/26) di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya. 


Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bertema “Best Practice Keselarasan Implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1”. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik dalam menyelaraskan implementasi SPMI dengan instrumen akreditasi terbaru LAM INFOKOM.


Workshop ini merupakan hasil kerja sama antara FTEIC Untag Surabaya dan APTIKOM Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan memperkuat pemahaman perguruan tinggi terhadap pengelolaan mutu internal yang berkelanjutan dan berbasis sistem.


Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Untag Surabaya, antara lain Wakil Rektor I Untag Surabaya Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, Ph.D, ITIL, COBIT, CLA, CISA, serta Dekan FTEIC Untag Surabaya, Ir. Aris Heri Andriawan, S.T., M.T.


Sebanyak sekitar 80 peserta mengikuti workshop ini, yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi.


Laporan ketua panitia disampaikan oleh Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen APTIKOM Jawa Timur dalam meningkatkan pengelolaan mutu program studi di bidang informatika, teknik informatika, dan sistem informasi.


“Workshop ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai pengelolaan SPMI di tingkat perguruan tinggi, fakultas, dan program studi agar selaras dengan instrumen akreditasi LAM INFOKOM 2.1,” ujarnya (21/1)


Sambutan Wakil Rektor I Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, disampaikan dengan membacakan pesan Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, S.T., M.T. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa SPMI dan instrumen akreditasi sejatinya bukan dua hal yang terpisah.


“SPMI adalah sistem internal yang membangun budaya mutu, sedangkan akreditasi merupakan pengakuan eksternal atas konsistensi budaya mutu tersebut. Keselarasan keduanya menjadi kunci bagi perguruan tinggi yang ingin unggul dan berkelanjutan,” ungkapnya.


Ia juga menekankan pentingnya penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam seluruh aktivitas tridarma dan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, akreditasi tidak seharusnya dipandang sebagai kegiatan insidental, melainkan sebagai hasil alami dari sistem mutu yang berjalan secara konsisten dan berbasis data.


Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama. Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Novirina Hendrasarie, M.T., Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jawa Timur, memaparkan materi mengenai best practice penerapan SPMI di perguruan tinggi yang terintegrasi dengan akreditasi. 


“SPMI merupakan rangkaian proses sistematis untuk menjamin mutu pendidikan tinggi agar berjalan sesuai standar nasional dan berkelanjutan,” jelas Prof. Novirina


Sementara itu, narasumber kedua, Dr. I Gede Susparma, M.D., menyampaikan materi terkait implementasi SPMI dalam konteks akreditasi LAM INFOKOM. 


“SPMI menjadi dasar utama bagi perguruan tinggi dalam melakukan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan, mencakup aspek kurikulum, kualitas dosen, sarana dan prasarana, serta proses pembelajaran,” kata I Gede


Dalam pemaparannya, Dr. I Gede Susparma juga merujuk pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, khususnya Pasal 75, yang menyebutkan bahwa instrumen akreditasi disusun berdasarkan standar luaran, proses, dan masukan, dengan penekanan utama pada capaian luaran.


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif bersama kedua narasumber. Workshop kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber dan pihak terkait sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam kegiatan tersebut.


Melalui workshop ini, FTEIC Untag Surabaya bersama APTIKOM Jawa Timur berharap dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya sistem penjaminan mutu internal sebagai fondasi utama dalam mewujudkan akreditasi unggul serta tata kelola perguruan tinggi yang berdaya saing. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\