Sarsiti Raih Doktor Ekonomi, Teliti Keberlanjutan UKM

  • 22 April 2026
  • 40

Sarsiti, S.E., M.Si., berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka pada Jumat, 17 April 2026, di Meeting Room Graha Wiyata Lantai 1 Untag Surabaya. Ujian tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., dan dihadiri sembilan penguji.


Dalam disertasinya yang berjudul “Peran Tata Kelola Perusahaan Hijau, Akuntansi Hijau, Intervensi Pemerintah, dan Budaya Organisasi Hijau dalam Meningkatkan Kinerja Keberlanjutan yang Dimediasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan serta Dimoderasi Komitmen Manajemen Puncak pada UKM di Kota Surakarta”, ia mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Penelitian tersebut mengantarkannya lulus dengan predikat cumlaude.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tata kelola perusahaan hijau dan akuntansi hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan serta kinerja keberlanjutan UKM. Budaya organisasi berbasis lingkungan juga mampu meningkatkan kesadaran sekaligus praktik keberlanjutan dalam organisasi.


Di sisi lain, implementasi praktik keberlanjutan di kalangan UKM masih belum optimal, terutama pada aspek transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi. Intervensi pemerintah dinilai mampu meningkatkan kesadaran sosial, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keberlanjutan usaha.


Menariknya, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam penelitian ini memiliki peran ganda. CSR dapat meningkatkan keberlanjutan apabila terintegrasi dengan strategi bisnis, namun berpotensi menjadi beban apabila hanya dijalankan sebagai formalitas administratif.


Dr. Sarsiti menegaskan bahwa komitmen manajemen puncak menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi keberlanjutan. Semakin tinggi komitmen pimpinan dalam mengintegrasikan nilai lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis, semakin besar peluang keberlanjutan usaha dapat tercapai.


“UKM tidak hanya cukup patuh terhadap aturan, tetapi juga perlu menginternalisasi nilai keberlanjutan dalam menjalankan usahanya,” ujarnya (17/4)


Ia juga menambahkan pentingnya penerapan tata kelola yang baik, seperti memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta melakukan pencatatan yang jelas sebagai bagian dari praktik bisnis berkelanjutan.


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis UKM sebagai penopang perekonomian yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan aspek ekonomi dan lingkungan, tetapi juga nilai etika dan tanggung jawab. 


Hasil riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UKM maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan, pelatihan, serta strategi bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\