Screen Time Berlebih Bisa Hambat Kemampuan Bahasa Anak

  • 24 September 2025
  • 3073

Screen time yang berlebihan tak hanya membuat anak kurang aktif bergerak, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan bahasanya. Para ahli memperingatkan bahwa waktu terlalu lama di depan layar dapat menggeser kesempatan anak untuk mengasah keterampilan motorik, berinteraksi sosial, sekaligus memperkaya kosakata.


Melansir Kompas.com, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa setiap satu menit yang dihabiskan anak di depan layar berpotensi mengurangi enam kata yang mereka dengar dari orangtua. Jika dikalkulasikan hingga lulus SMA, dampaknya signifikan terhadap jumlah kosakata yang dimiliki anak.


Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa semakin lama anak duduk sendirian menatap layar, semakin buruk kemampuan berbahasa mereka di kemudian hari. Sebaliknya, mengurangi screen time terbukti dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, konsentrasi, hingga perilaku sosial.


Batasan Waktu Gadget untuk Anak


Menurut rekomendasi pakar di Jerman, durasi penggunaan gadget perlu disesuaikan dengan usia anak. Untuk usia prasekolah, waktu menatap layar maksimal 30 menit per hari sudah dianggap cukup.


Bagi anak usia 6 hingga 9 tahun, disarankan penggunaan gadget sekitar 30–45 menit dengan pengawasan orangtua. Sementara itu, anak usia 9 hingga 12 tahun idealnya hanya 45–60 menit di waktu luang.


Pada kelompok usia 12–16 tahun, para ahli menilai meski sulit sepenuhnya menjauhkan remaja dari ponsel pintar, pembatasan tetap penting. Batas waktu yang direkomendasikan adalah 1–2 jam per hari, sedangkan remaja 16–18 tahun sekitar 2 jam per hari.


Selain pembatasan waktu, orangtua juga disarankan untuk terlibat aktif, misalnya dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan memberi kesempatan anak menceritakan apa yang mereka lihat di layar. (Eka)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\